Forum SMAN 3 Bandar Lampung
Belum punya akun ??
Jika sudah Terdaftar disini.
Tekan LOGIN, isikan nama USERNAME kamu dan PASSWORD kamu.
lalu tekan login.
Bila belum Tekan PENDAFTARAN lalu pilih USERNAME kamu dan PASSWORD kamu lalu masukan email kamu dan tahun Angkatan kamu.
Setelah itu kamu telah dapat login ke forum ini.
bila kamu masih binggung Baca disini terlebih dahulu



 
IndeksIndeks  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» KIR angkatan 21
Sat Jan 04, 2014 10:33 am by arinaldibariyus

» (XII IPA 2) Sains 2 of SMANTA
Sat Jun 29, 2013 3:01 pm by rikydika

» Sukses Jadi Mahasiswa Baru
Fri Jul 13, 2012 6:59 pm by Admin

» Benda-benda di Rumah yang Bisa Bikin Kanker
Mon Jul 02, 2012 9:25 am by Admin

» Naburo saingannya Naruto ???
Sun Jun 03, 2012 10:17 am by suryakubiwa

» mari kemari agan-agan dan sekalian angkatan 2005
Sun Jun 03, 2012 10:02 am by suryakubiwa

» Modem Di Bawah Rp100 Ribu, Tarif Rp10 Ribu
Fri Jun 01, 2012 8:29 pm by robbie

» Guru yang PALING BERKESAN
Thu May 31, 2012 9:09 pm by robbie

» Angkatan 2012 Lulus dengan 100%
Thu May 31, 2012 9:06 pm by robbie

» :: Chit Chat ::
Thu May 24, 2012 6:16 pm by achi

Top posters
robbie
 
achi
 
anggar
 
dandy_cupluq
 
febrianditra
 
Admin
 
mikha08
 
lambedawa
 
Adji A. Fauzi
 
surya_uyak
 
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search

Share | 
 

 Puber Bikin Bodoh?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
robbie
Master
Master
avatar

Age : 27
Kelulusan Tahun : 2008
Lokasi : Jakarta
Join date : 30.01.10
Jumlah posting : 893

PostSubyek: Puber Bikin Bodoh?   Tue Mar 23, 2010 8:26 pm

[You must be registered and logged in to see this image.]

Anak yang sedang puber biasanya mengalami penurunan kemampuan untuk belajar. Pubertas membuat anak menjadi cukup lama untuk menyelesaikan tugas yang mudah sekalipun. Apakah ini berarti pubertas membuat otak bodoh?

Sebuah studi menarik yang diterbitkan di edisi terbaru Science, seperti dilansir dari Time, Selasa (23/3/2010) memberikan sedikit gambaran tentang hal tersebut.

Sebuah tim dari State University of New York Downstate Medical Center, ingin mengetahui kemampuan belajar yang dipengaruhi oleh perubahan kimiawi otak yang terjadi saat pubertas.

Dalam serangkaian percobaan, profesor fisiologi dan farmakologi di Downstate, Sheryl Smith dan rekannya menunjukkan bahwa penurunan proses belajar atau perubahan yang luar biasa saat pubertas terjadi di otak hipokampus.

Daerah otak hipokampus ini bisa mengingat tempat dan mengintegrasikan jenis pembelajaran lain. Hasilnya terjadi perubahan sistem neurotransmitter di GABA (gamma-aminobutyric acid).

Berubahnya GABA dalam sistem neurotransmitter memainkan peranan dalam mengatur saraf untuk sifat dan dapat merangsang seluruh sistem saraf. Pada saat pubertas, reseptor GABA mengalami kenaikan yang luar biasa yang membantu menenangkan sistem saraf.

Tapi pada kenyataannya, reseptor eksentrik GABA ini mengurangi hormon stres dan meningkatkan kecemasan. Smith menemukan bahwa reseptor ini yang kemudian surut pada masa remaja sehingga dapat mengganggu proses belajar.

Penemuan ini dapat membantu menjelaskan menurunnya pembelajaran tertentu, seperti menurunnya kemampuan untuk belajar berbicara bahasa asing tanpa aksen, yang kadang-kadang terjadi di masa puber.

Smith juga menunjukkan studi yang menarik oleh San Diego State psikolog Robert McGivern yang menunjukkan bahwa proses-proses kognitif tertentu menjadi kurang efisien saat pubertas. McGiver dan rekannya melakukan penelitian pada 300 subjek pada usia 10-22 tahun.

Studi ini menemukan bahwa pada masa pubertas (sekitar usia 11 tahun untuk anak perempuan dan 12 tahun untuk anak laki-laki), anak menjadi cukup lama untuk menyelesaikan tugas yang mudah.

McGivern dan rekannya menjelaskan, hal ini disebabkan lambatnya jumlah kelebihan sinapsis di otak saat pubertas. Pada intinya, terlalu banyak koneksi yang masih harus dipangkas pada akhir masa remaja.

GABA bukan satu-satunya sistem neurotransmitter yang rusak saat pubertas. Studi di Harvard baru-baru ini menunjukkan bahwa reseptor dopamin juga berkembang sementara yang memicu perubahan impulsif dan perilaku pengambilan risiko yang terlihat pada remaja.

Perubahan otak tampaknya terhubung ke periode perkembangan. Memahami mereka mungkin lebih baik untuk bisa memahami perilaku di kalangan remaja.

*Sumber Detik

_________________
[You must be registered and logged in to see this image.]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://robyerlangga.blogspot.com/
 
Puber Bikin Bodoh?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum SMAN 3 Bandar Lampung :: Pembungan Akhir ::  :: Basket-
Navigasi: